Langsung ke konten utama

Karakteristik Karya Sastra

Sebagai salah satu jenis karya seni, sastra tentunya tidak lepas dari aspek estetika atau aspek keindahan. Namun, perwujudan keindahan dalam karya sastra berbeda dengan karya seni lainnya. Jika aspek keindahan dalam karya seni lain dapat diamati secara langsung melalui bentuknya, sastra tidak demikian. Sastra mampu memancarkan keindahan dalam dirinya tidak hanya dari bentuk, namun yang lebih utama lagi adalah dari bahasa yang digunakan di dalamnya. Bahasa sastra adalah bahasa yang istimewa. Keistimewaan bahasa dalam sastra tersebut tampak pada pengolahan kata dan kalimat yang kesemuanya mampu menciptakan nuansa keindahan di dalamnya.

Jadi, karakteristik bahasa sastra yang pertama adalah penggunaan bahasa yang estetis atau indah.

Kedua, bahasa sastra merupakan plastik untuk membungkus amanat dalam sebuah cipta sastra. Bahasa dalam karya sastra dijadikan sebagai media untuk menyampaikan amanat berupa ajaran dan berbagai pesan moral kepada pembacanya. Berbagai pesan moral yang disampaikan dalam karya sastra dibungkus dengan bahasa yang indah, sehingga pembaca bisa mendapatkan dua hal utama dalam sastra yaitu kenikmatan dari bahasa sastra dan manfaat di balik bahasa tersebut.

Ketiga, bahasa sastra dinamis. Hakikatnya, bahasa dalam karya sastra tidaklah berbeda dengan bahasa-bahasa yang digunakan pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada pemanfaatan bahasa itu sendiri. Jika karya-karya nonsastra terkesan kaku dengan aturan-aturan baku tata bahasa formal, maka sastra tidak demikian. Sastra mampu memanfaatkan bahasa secara leluasan, karena penyusunan bahasa dalam karya sastra lebih dinamis. Tidak ada tata bahasa formal yang mengatur pemanfaatan bahasa dalam karya sastra. Setiap pengarang sastra dapat memanfaatkan bahasa secara leluasa sesuai dengan caranya sendiri dalam menyampaikan pikiran, perasaan, gagasannya. Keleluasaan setiap pengarang dalam memanfaatkan bahasa dalam karya sastra dikenal dengan istilah licentia poetica.

Keempat, bahasa sastra bersifat simbolis dan konotatif. Sastra berisi realitas kehidupan manusia. Realitas kehidupan tersebut ada yang dikemukakan oleh pengarang sastra secara lugas dengan menggunakan bahasa-bahasa yang denotatif, namun ada juga yang diungkapkan secara simbolik dengan menggunakan bahasa-bahasa yang konotatif.

Bahkan, penggunaan simbol dan bahasa yang konotatif menjadi salah satu ciri bahasa sastra. Dengan bahasa yang simbolis dan konotatif, pengarang sastra dapat mewakilkan kesan pribadinya terhadap sesuatu. Dengan begitu, walaupun pengarang merasa  simpati, takut, atau bahkan benci kepada sesuatu atau seseorang, dia tidak harus menyatakannya secara langsung, namun melalui simbol-simbol bahasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosa dan Unsur-Unsur Pembangunnya

1. Pengertian Prosa Prosa adalah suatu jenis karya sastra yang dibedakan dengan puisi karena variasi rime yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata Prosa berasal dari bahasa Latin “prosa”, yang artinya “terus terang”. Prosa menurut KBBI merupakan suatu karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi). Adapun jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, serta berbagai jenis media lainnya. Arti tulisan didalam prosa bersifat denotatif atau tulisan yang mengandung makna yang sebenarnya, walaupun terdapat kata kiasan di dalamnya, itu hanya berfungsi sebagai ornamen untuk memperindah tulisan dalam prosa tersebut. Prosa juga dibagi dalam 2 bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa Indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, sedangkan prosa baru adalah prosa ya...

Puisi dan Unsur-Unsur Pembangunnya

PUISI Secara etimologi , kata puisi dalam bahasa yunani yaitu poesis ynag artinya penciptaan.  Adapun puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna. puisi ini terdiri dari puisi lama dan puisi baru. puisi lama adalah pantun dan syair. sedangkan puisi baru tidak terikat pada bait, jimlah baris, atau sajak dalam penulisannya. sehingga puisi baru disebut puisi bebas. Shahnon Ahmad (dalam pradopo, 1993;6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantic inggris sebagai berikut.  1. Samuel Taylor Coleridge Mengatakan puisi adalah kata-kata yang terindah dari susunan yang terindah. penyair memilih kata-kata yang sangat tepat dan disusun dengan sebaik-baiknya. misalnya seimbang, simetris, antara satu unsure dengan unsure lainnya yang erat hubungannya dan sebagainya. 2. Carlyle Mengatakan puisi adalah pemikiran yang bersifat musical. penyair mencip...