Genre Sastra
Istilah genre berasal dari bahasa bahasa Prancis yang berati ‘jenis’. Jadi, genre sastra berarti jenis karya sastra Ahli pikir yang pertama meletakkan dasar teori genre adalah Aristoteles dalam tulisannya yang terkenal yaitu Poetica Teori Aristoteles tentang jenis karya sastra didasarkan pada karya sastra Yunani klasik, tetapi yang menarik dari teori tersebut adalah teori tersebut dapat diterapkan pada karya sastra lain di seluruh dunia.
Menurut Aristoteles, karya sastra berdasarkan ragam perwujudannya terdiri atas 3 macam, yaitu epik, lirik, dan drama Epik adalah teks yang sebagian berisi deskripsi (paparan kisah), dan sebagian lainnya berisi ujaran tokoh (cakapan) Epik ini biasa disebut prosa Lirik adalah ungkapan ide atau perasaan pengarang Dalam hal ini yang berbicara adalah 'aku' lirik, yang biasa disebut penyair Lirik inilah yang sekarang dikenal sebagai puisi atau sajak, yakni karya sastra yang berisi ekspresi (curahan) perasaan pribadi yang lebih mengutamakan cara mengekpresikannya Drama adalah karya sastra yang didominasi oleh cakapan para tokoh Kriteria drama yang membedakan dengan 2 jenis karya sastra lainnya adalah hubungan manusia dengan dunia ruang dan waktu.
Penelitian tentang genre sastra terus berkembang dari waktu ke waktu, dan seringkali tidak memuaskan karena pengertian-pengertian yang dirumuskan selalu saja bergeser dan mengalami perubahan Hal itu disebabkan oleh selalu adanya perubahan-perubahan konsep tentang karya sastra Namun demikian, meskipun konsep-konsep tentang karya sastra selalu berubah, tetapi objek studi sastra dapat dikatakan tetap sama, yaitu prosa, drama, dan puisi.
1. Puisi
Menurut arti bahasa “puisi” berasal dari bahasa Yunani, “poietes” (Latin ”poeta”) Mula-mula artinya adalah pembangun, pembentuk Asal katanya poieo atau poio atau poeo yang artinya membangun, menyebabkan, menimbulkan Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun Poerwadarminta mengatakan bahwa pada dasarnya puisi adalah karangan kesusastraan yang berbentuk sajak (Syair, pantun dsb) Puisi menurut devinisinya Puisi adalah karya sastra yang khas penggunaan bahasanya dan memuat pengalaman yang disusun secara khas pula Pengalaman batin yang terkandung dalam puisi disusun dari peristiwa yang telah diberi makna dan ditafsirkan secara estetik.
Adapun puisi di bagi menjadi dua jenis yaitu:
1) Puisi Lama
Puisi Lama adalah puisi yang masih terkait oleh aturan-aturan yaitu sebagai berikut:
- Jumlah kata dalam satu baris
- Jumlah baris dalam satu bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata di tiap baris
- Irama
Ciri-Ciri Puisi Lama
- Tak diketahui nama pengarangnya.
- Penyampaian dari mulut ke mulut,sehingga merupakan sastra lisan.
- Sangat terikat akan aturan-aturanmisalnya mengenai jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Jenis-jenis puisi lama yakni: Mantra, Pantun, Syair dll
2) Puisi Baru
Pengertian Puisi Baru adalah puisi yang tidak terikat lagi oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Ciri-Ciri Puisi Baru
- Memiliki bentuk yang rapi, simetris
- Persajakan akhir yang teratur
- Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain
- Umumnya puisi empat seuntai
- Di setiap baris atasnya sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
- Di tiap gatranya terdiri dari dua kata (pada umumnya) : 4-5 suku kata
Jenis-jenis puisi baru yakni: Balada, Himne, Romansa dll
2. Drama
Drama berasal dari kata Yunani, draomai yang berarti berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi, kata drama dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan. Seraca umum, pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater.
Dapat dikatakan bahwa drama berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung. Selanjutnya, dalam pengertian kita sekarang, yang dimaksud drama adalah cerita yang diperagakan di panggung berdasarkan naskah. Drama adalah salah satu jenis karya sastra yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan karya sastra jenis lain, yaitu unsur pementasan yang mengungkapkan isi cerita secara langsung dan dipertontonkan di depan umum. Drama adalah karya sastra dalam bentuk dialog yang dimaksudkan untuk di pentaskan atau di pertunjukkan.
Menurut Departemen Pendidikan Nasional, drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Cerita atau kisah, terutama yg melibatkan konflik atau emosi, yg khusus disusun untuk pertunjukan teater. Drama juga dapat di beri pengertian ceritra atau karangan yang berbentuk skenario lengkap, dimana semuanya telah diuraikan secara rinci oleh penulis drama, misalnya kalimat-kalimat yang harus diucapkan oleh pemain, sikap dan gerak-gerik yang harus dimainkan oleh pemain juga tempat adegan dalam cerita drama diuraikan secara rinci oleh penulisnya.
3. Sastra Non Imajinatif
Sastra non imajinatif adalah karya sastra yang ditulis tanpa menggunakan sifat khayalnya pengarang, sehingga cerita dalam karya sastra non imajinatif merupakan cerita yang ditulis berdasarkan cerita nyata/sebenarnya. Sebagian para ahli sastra berpendapat bahwa sastra non imajinatif bukan termasuk karya sastra.
Karya sastra non imajinatif terdiri atas beberapa jenis yakni :
- Esei : Karangan pendek tentang fakta yang diuraikan menurut pandangan pribadi penulisnya dengan gaya yang akrab, bersahabat, dan familiar. Terdapat beberapa macam esai yaitu:
- Esei Formal; cenderung menggunakan bahasa yang lugas, mengikuti aturan penulisan, serta mementingkan pemikiran dan kedalaman analisis.
- Esei Personal; cenderung bergaya bahasa lebih bebas, memiliki keleluasaan unsur pemikiran dan perasaan, serta unsur pribadi dalam diri penulis mudah dilihat.
- Esei Deskripsi; menggambarkan fakta apa adanya tanpa penjelasan dan penafsiran fakta (memotret, melaporkan).
- Esei Ekspresi; menggambarkan fakta dengan menjelaskan rangkaian sebab-akibat, kegunaan,dll.
- Esei Argumentasi; menunjukkan fakta, memunculkan persoalan, melakukan analisis, dan menarik kesimpulan.
- Esei Narasi; menggambarkan fakta berdasar urutan spasial dan kronologis dalam bentuk cerita.
- Kritik : Menilai karya seni, sastra dengan menunjukkan kelebihan dan kekurangan serta menawarkan alternatif penyelesaiannya.
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan tentang kritik yaitu:
1. Biografi : berasal dari bahasa Yunani yaitu bios yang berarti hidup dan graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Biografi, secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang.
Biografi menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian dalam hidup seseorang. Lewat biografi, akan ditemukan hubungan, keterangan arti dari tindakan tertentu atau misteri yang melingkupi hidup seseorang, serta penjelasan mengenai tindakan dan perilaku hidupnya. Biografi biasanya dapat bercerita tentang kehidupan seorang tokoh terkenal atau tidak terkenal, namun demikian, biografi tentang orang biasa akan menceritakan mengenai satu atau lebih tempat atau masa tertentu.
Biografi : Ditulis oleh orang lain, berdasarkan izin penulisan dibagi atas : Authorized biography, yaitu biografi yang penulisannya seizin atau sepengetahuam tokoh didalamnya
Unauthorized biography, yaitu ditulis seseorang tanpa sepengetahuan atau izin dari tokoh di dalamnya (biasanya karena telah wafat)
Autobiografi : adalah riwayat hidup hidup pribadi yang ditulis sendiri. Dalam hal ini, autobiografi merupakan catatan dirinya sendiri. Artinya autobiografi adalah sebuah biografi yang didalatemnya menceritakan riwayat hidup atau pengalaman pribadi yang ditulis oleh dirinya sendiri. Isi didalam autobiografi berisi tentang pengalaman dari kecil hingga keadaan sang penulis sekarang ini, dari yang paling sulit hingga mencapai keberhasilan yang besar atau prestasi yang dicapainya semasa hidupnya. Penulisan autobiografi didasarkan pada ingatan pengalaman oleh penulis. singkatnya autobiografi adalah perjalanan hidup diri sendiri.
Sejarah : Cerita tentang kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan peninggalan itu disebut sumber sejarah..
Memoar :adalah kenang-kenangan yang menyerupai autobiografi dengan menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas peristiwa-peristiwa yang dialami serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya. Penulis memoar biasanya adalah orang-orang yang berperan atau pengamat yang dekat dengan peristiwa sejarah
Persamaannya, baik sastra imajinatif maupun non-imajinatif, keduanya sama-sama memenuhi estetika seni (unity = keutuhan, balance = keseimbangan, harmony = keselarasan, dan right emphasis = pusat penekanan suatu unsur). Sastra non-imajinatif itu sendiri merupakan sastra yang lebih menonjolkan unsur kefaktualan dari pada daya khayalnya dan ditopang dengan penggunaan bahasa yang cenderung denotatif. Dalam praktiknya jenis sastra non-imajinatif ini terdiri atas karya-karya yang berbentuk esai, kritik, biografi, autobiografi, memoar, catatan harian, dan surat-surat.
Komentar
Posting Komentar